Peta Topografi Skala 1:5.000
14 Juli 2013

PETA TOPOGRAFI DETAIL
Peta dasar yang umumnya telah dibuat di Indonesia pada umumnya baru pada skala 1:50.000 (RBI Bakosurtanal) dan beberapa kawasan Indonesia Barat dengan skala 1:25.000. Kebutuhan akan peta dasar yang lebih detail dengan skala 1:10.000 - 1:5.000 sangat diperlukan. Kebutuhan peta dasar detail umumnya digunakan untuk penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR), Pemetaan geologi detail, Pemetaan kawasan rawan banjir dan rawan longsor, analisis line of sight, perencanaan dan analisis pertanian dan perkebunan, pertambangan dan bidang-bidang geospatial lainnya.
Pada umumnya peta hasil interpretasi citra satelit resolusi tinggi tidak memiliki informasi ketinggian tempat (tanpa kontur). Sementara dalam perencanaan wilayah ataupun perencanaan infrastruktur dan pemetaan tematik lainnya, unsur topografi (kontur) sangat penting dipertimbangkan. Diperlukan peta kontur dengan selang kontur minimal 5 meter, sehingga bukit atau gundukan tanah sekalipun terlihat dalam peta.
Peta topografi detail umumnya diperoleh dengan melakukan pemetaan secara teristerial namun membutuhkan biaya yang sangat besar, dengan waktu pengerjaan yang juga cukup lama. Untuk kawasan yang belum mengalami perubahan morfologi sejak tahun 2007, produk IFSAR adalah peroduk yang sangat membantu dalam memperoleh peta topografi detail yang akurat dengan biaya yang relatif murah.
Produk IFSAR menjawab kebutuhan akan ketersediaan peta kontur dengan resolusi 5 meter. Teknologi pemetaan dengan Airborne Interferometric Synthetic Aperture Radar (IFSAR) intinya adalah pengolahan data mentah radar yang diambil dari sistem IFSAR sehingga menghasilkan Peta 3D. Informasi tematik satu lembar peta dapat diturunkan dari Citra Synthetic Aperture Radar (SAR). Informasi tinggi dalam mode single-pass interferometri diperoleh dari beda fasa antara dua citra SAR yang koheren dari pengambilan data secara bersamaan dua antena yang terpisah disebut baseline arah tegak lurus jalur.
Ketelitian produk IFSAR dapat dilihat pada gambar berikut:

Berdasarkan gambar di atas, terlihat perbedaan mendasar, tingkat ketelitian topografi IFSAR lebih tinggi. Alur sungai lebih jelas terlihat, interpretasi struktur geologi lebih mudah, detail kontur topografi lebih jelas. Analisis kewilayahan lebih detail.

Gambar contoh interpretasi struktur Geologi
Beberapa produk yang akan diberikan :

Contoh Tampilan ORI (dapat digunakan melengkapi elemen peta topografi, sepeti jalan, permukiman, sungai dan lain sebagainya)

Contoh Tampilan DSM (dapat memperlihatkan ketinggian penutupan lahan, sangat membantu bagi perencanaan telekomunikasi seperti analisis line of sight)

Contoh Tampilan DTM (menampilkan ketinggian permukaan tanah secara detail)
Pada tahun 2012 CV. Geospatial Indonesia telah menjadi agen resmi produk Intermap. Kami melayani pemesanan data IFSAR dengan standar harga international dengan minimal order 50 km2. Lama pemesanan 7-14 hari kalender. Untuk pemesanan dapat menghubungi kami CV. Geospatial Indonesia, CP. Johan Eden 08124128149
Alamat Kantor : Jl. Tamalate 2 No. 7A Makassar, Telp. 0411 8981727
Produk yang akan diberikan adalah:
- DEM (digital elevasi model) sebuah model topografi permukaan bumi yang mencakup fitur-fitur lahan alami serta vegetasi dan fitur-fitur budaya seperti bangunan dan jalan. Manfaat utama dari DSM adalah produk ini menyediakan elevasi akurat yang diperlukan untuk melakukan georeferensi atas semua layer selanjutnya.
- DSM (Digital surface model), sebuah model topografi permukaan bumi yang terbuka di mana vegetasi, bangunan, dan fitur-fitur budaya lainnya dihilangkan secara digital, memampukan pengguna untuk menyimpulkan karakteristik lahan yang mungkin tersembunyi dalam DSM
- Orthorectified radar image (ORI ), ORI 0,9 m yang dihasilkan melalui IFSAR kami menjadikannya citra dengan resolusi tinggi yang tersedia baik diantara platform udara atau satelit. Citra dengan resolusi tinggi idealnya cocok untuk interpretasi dan ekstraksi fitur, sehingga memungkinkan pemetaan garis topografi serta kompilasi data GIS yang lebih akurat.
Wilayah Indonesia yang telah dipetakan dapat dilihat pada gambar berikut:

warna hijau = Wilayah yang telah dipetakan (DEM IFSAR nextmap)
warna kuning = Wilayah yang telah dipetakan DEM IFSAR resolusi 10 m dan (World 30)
..