Artikel

Rencana Jalur Rel Kereta Api

16 April 2014

By: eden

Perencanaan jalur rel kereta api memerlukan data awal mengenai kondisi eksisting koridor rencana jalur. Analisis dengan menggunakan peta topografi skala kecil, tentunya tidak memadai, karena banyaknya kondisi yang tidak terpetakan dalam skala tersebut.

Solusi yang tepat adalah Digital terrain model (DTM), digital surface model (DSM), dan kontur berinterval 5 kaki untuk menentukan penyusunan jalur dan rute  yang optimal untuk jaringan kereta api. Perencana dapat memulai proyek rancangan pendahuluan tanpa mengeluarkan biaya untuk membayar perusahaan survei yang tak sedikit.

Untuk menyelenggarakan perancangen teknik pendahuluan dalam pembangunan jaringan rel kereta api, konsultan perencana memerlukan data topografi berkualitas tinggi dan detail yang memperinci area-area yang dimasukkan sebagai koridor transportasi rel kereta api.

Perusahaan perencana memerlukan  produkproduk NEXTMap® dari Intermap, di antaranya digital terrain model (DTM), digital surface model (DSM), dan kontur berinterval 5 kaki.

Jika produk tersebut dipadukan dengan citra satelit resolusi tinggi, maka perencanaan jalur kereta api tidak perlu dilakukan survey pendahuluan yang memakan biaya yang cukup besar. Dengan adanya informasi data citra satelit dan kontur detail, perencana dapat dengan mudah memenuhi kebutuhan geospasial mereka dengan cepat dan biaya yang terjangkau sehingga perencana menentukan rencana jalur rel kereta api dengan mempertimbangkan kondisi eksisting lahan, kondisi jaringan jalan eksisting dan kondisi topografi. Informasi kondisi topografi dapat membantu dalam menentukan jalur yang lebih efisien sehingga dapat menekan biaya konstruksi, misalnya menghindari jalur yang memotong bukit, menghindari jalur yang memerlukan penimbunan, dan kawasan-kawasan rawan bencana banjir dan longsor.

..